Nature/hot-posts

Sebuah BUKU [LASKAR PELANGI]

Rekomendasi dari beberapa orang atas novel ini, awalnya tidak terlalu bikin penasaran. Masalahnya masih banyak utang buku yang belum sempat aku bayar dengan membacanya :( ... Lagipula waktu lagi mengadakan kunjungan rutin ke toko buku dekat rumah, buku ini belum menampakkan dirinya di deretan buku2 baru. Tapi waktu tahu kalo novel ini dijadikan topik dalam diskusi buku di Perpustakaan Diknas, aku mulai penasaran. Secara khusus aku nyari buku ini pada kunjungan ke toko buku berikutnya. Dan ketemu juga akhirnya... Walaupun novel ini baru terbit september 2005, tapi tidak diletakkan di tumpukan novel baru. Juga tidak diletakkan di tumpukan novel laris...

Beberapa orang yang memberi rekomendasi mengatakan kalo buku ini adalah Toto Chan ala Indonesia. Toto Chan?... belum baca tuh :P Jadi ya nggak punya bayangan, kayak apa isinya dan nggak bisa membandingkan satu sama lain. Yah.. aku memang tidak selalu membaca semua buku yang ngetop di kalangan pencinta buku. Beberapa orang lain menambahkan kalo buku ini sangat bagus untuk memberikan inspirasi dalam memajukan dunia pendidikan, terutama untuk kalangan bawah.

Tentang Sebuah SD Kampung

Ini adalah novel pertama dari Andrea Hirata Seman. Pertama kali dengar nama "Andrea Hirata", aku pikir ini adalah penulis asal Jepang :D, dan novel ini adalah novel terjemahan. Ternyata bukan. Andrea Hirata berasal dari Belitong. Dan novel ini kabarnya adalah memoar masa kecilnya dan semua pelakunya adalah nyata. Laskar Pelangi adalah teman2 masa kecilnya saat bersekolah di sekolah kampung yang miskin di Belitong. Tapi tidak disebutkan secara eksplisit dalam novel ini oleh Andrea Hirata bahwa ini adalah kisah nyata.

Diawali saat SD Muhammadiyah, sekolah kampung di Belitong dengan fasilitas yang sangat terbatas bahkan minus, membuka pendaftaran untuk murid baru kelas satu. Hingga saat2 terakhir pendaftaran hanya 9 orang anak yang mendaftar dan siap masuk kelas di hari pertama. Padahal sekolah reot ini sudah diancam untuk membubarkan diri jika murid barunya kurang dari 10 orang.

Di kalangan bawah, menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada beban biaya yang harus ditanggung selama bertahun2. Dan tertutupnya kesempatan untuk mempekerjakan si anak secara penuh waktu demi membantu mengurangi beban hidup yang semakin berat. :(

Jika tak ada Harun, seorang anak berusia 15 tahun dengan keterbelakangan mental, yang disekolahkan oleh ibunya agar tidak cuma mengejar anak ayam di rumah, tentu tidak pernah terjadi kisah ini. Ikal tidak akan pernah bertemu, berteman satu kelas dengan Lintang, Mahar, Syahdan, A Kiong, Kucai, Borek alias Samson, Sahara, Trapani, dan Harun. Tidak akan pernah bertemu Bu Muslimah, guru penuh kasih namun penuh komitmen untuk mencerdaskan anak didiknya. Dan tidak akan pernah ada Laskar Pelangi, yang di musim hujan selalu melakukan ritual melihat pelangi sore hari dengan bertengger di dahan2 pohon filicium yang ada di depan kelas mereka.


...[LASKAR PELANGI linked]

1 Comments:

Gunawan said...

bagi yang berminat silahkan masuk ke site berikut klik di sini
atau email ke : jagungodak@telkom.net
HP. 03706641314