Nature/hot-posts

Alang Alang Hijau


Bukit telah dilewati
Dengan gunung masih didepanku


seperti ladang membentang
tanpa pohon....
luas
mataku teduh menatapnya


Sabana hijau
alang alang menebar
terkadang berbunyi dari bisikan angin yang menggeseknya


Aku dipeluk oleh kesejukan
napasku lega
keindahan tak terlukiskan
aku ingin disini


lepaskan lelahku
lepaskan sesakku
lepaskan lelahku....


masih kuingat matamu
masih ingat senyummu


Alang alang hijau
membisiku sesesuatu lagi
"........."

0 Comments:




Baru landing,..akhirnya kuinjak bumi seperti bulan kemarin ditempat yang sama ini juga. Tapi jauh lebih parah, aku harus jalan lebih jauh dari biasanya. Tapi, ah lupakanlah. Biarinlah semoga setelah ini aku jauh lebih baik. Apanya? ya membahagiankan hati dan perasaanlah.
Akhirnya keluar juga koperku dan jinjingan buah tangan. Ini titipan teman nich. Ya, sekalian promo dan kepikiran oleh-oleh baru dari kota tempatku. Bukan cuma coklat saja. Padahal coklat yang berbau nama kota ku itu, tidak perbah ku makan. Aku tidak tahu rasanya apa. Hahaha,... yang penting bungkusnya identik dengan nama kota itu.
Setelah kudapatkan semuanya, apa lagi ya? Kok ada seseuatu dan terasa belum lengkap. "Oh iya" nyalakan HP dan buka WA dan ping dia. Yup, tidak disangka pesawatnya sudah mendarat juga. Tidak kurang setengah jam, dapat reply dari WAnya.
Dia dengan seorang anak kecil perempuan sambil menenteng kantong kertas besar. Dia celingak celinguk seperti mencari sesuatu.
Akhirnya, aku antar dia pulang ke rumahnya. Dengan taxi, hahaha... dengan sopir taxi. Ya, aku kan penumpang juga. Malam, sekitar jam 7 lah. Tidak mungkin ingatlah rumahnya dimana. Masih kuraba-raba setelah meninggalkan rumahnya. Apa aku bisa ingat ya?
Tapi, siapa yang bisa menduga. Pada malam itu juga tidak disangka aku ke rumahnya lagi. Nah lho, aku juga jadi agak inget arah dan jalan ke rumahnya.

0 Comments:

Lagu yang ingin ku dengar malam ini








0 Comments:

Sebuah Surat Yang Tak Berbalas


Tidak semua orang bisa ingat sesuatu dengan mudah. Apalagi setelah 30 tahun yang lalu. Hanyalah sesuatu yang membekas dan hampir terlupakan. Dan kembali dikenang dan tidak sesempurna apa yang diingat. Kadang saling bantu mengingat-ingatnya kembali.


Aku tidak pernah sedekat itu duduk dengannya. Walau kupaksa, seperti tak akan bertemu lagi. Itulah yang kulakukan saat reuni itu. Untuk berselfi


Mengingat surat itu? dan aku juga memulai mengingatnya kala teman mengatakan bahwa ialah yang mengantar surat itu. Dan tidak disangka. dia telah membacanya.


Astaga,... cuma gelak tawalah yang membanjiri kata-kata dan cerita yang diulang lagi.


Dan aku juga lupa, kalau aku pernah memarahinya. "Maafkan aku..." dan ia hampir sempat menangis. Dan tak ayal mungkin dia telah membenciku saat itu. Ya, itulah ceritanya.


Aku bukan hanya mau menjadi "Boy". Tapi,... sekarang aku bisa mengurainya, Kenapa? Aku memang risau hati. Ya, kutunaikanlah perasaan itu. Bukan cari gengsi sebagai "Boy". Tahu sendiri dikelas itu kan memang tak ada yang punya hubungan khusus begitu.


Katanya, ada beberapa card juga dari aku. Yang di simpannya.


Hahaha,...... bisa ya?!


** Aku sudah lama tidak menulis disini. Dan menulis mana lagi pun.


Aku terhenti karena sesuatu. Jadi hanya sekedar mengagumi dengan perasan yang tersembunyi. Tidak pernah hilang apa yang dirasa. Walau dari jauh menatapnya. Dan seperti terakhir pertama bertemu. Dengan lembut perasaan itu menyapa. Namun peranan yang tersembunyi itu seperti mengintip dan mengetuk. "Diakah itu..." pada sebuah malam dan di sebuah kota yang sama. Menggoreskan kata-kata melepaskan apa yang dirasa.



0 Comments: