Nature/hot-posts

sang pertiwi yang jatuh!!

"aku sudah tak punya apa-apa lagi"
sang ibu pertiwi gemetar
bahunya lelah
tapi ia berusaha tuk berdiri
"jaksa jaksa itu merogotiku!...
aku malu...
aku malu..."
sang ibu menyeka keringatnya
darah dan hina dari rakyatnya
"lihatlah....
lihatlah!!!! semua elite tertawa
dan rakyat menderita!
tak ada yang berani mengakui kekalahan!"

"Jujurlah... jujurlah!!!
masih ada kaca-kaca didepan kita
untuk bercermin! berilah senyum
agar pertiwi itu tegar!"

I Miss You So Much (TLC)



I never asked for this feeling
I never thought I would fall
I never knew how I felt
Till the day you were gone
I was lost
I never asked for red roses
I wasnt looking for love
Somehow I let my emotions take hold
And guess what all at once
Im in love

Chorus
Oh I miss you so much
I long for your love
Its scares me
Cuz my heart gets so weak
That I cant even breathe
How can you take things so easily
Baby why arent you missing me

Why did I act like you mattered
It was silly of me to believe
That if I just opened my heart
Things would come naturally
Jokes on me yeah
I did not ask for love letters
So why did you give them to me
How could I let your intentions
Get hold over me
So in love
So naive oh baby

Chorus

And oh how I hate what you have done
Made me fall so deep in love
Got no cure
Youre the only one I want
That I love oh baby

Chorus

Baby why arent you missing me
Baby why arent you missing me

Menangis dalam hujan

air mata bening mengalir
tak sanggup menyembunyikan rasa sedih ini
dalam hujan

air mata ini terus mengalir
rasa sedih itu terus memelukku
seperti hanya ku sendiri
dan... menangis lagi

So Sad

















Please don't cry....."

260975Mabes


"mungkin. Diantara kamu..."

Bagian dari Kota Tua


"Jendela-jendela..."

quit smoking

menyemangati

kelingking bidadari
melenting engkau menari

selenting indah senyum bumi
merangkai hati tuk menyemangati

kau tak pernah pergi
dan hanya berlari
semua demi nanti
hari ini harus dihadapi

aku hanya bagian yang tertepi
hanya berbisik sepi
walau sunyi
menemani
walau jauh sekali
dini ini...
ingin kau kutemui

dipelepah ujung berduri
pelan ku bernyanyi
ayo melati!!!!
ayolah melati!!
kau semangat sekali...

putihnya melati

pagi ini kau cantik sekali
matamu bening
mencengkram silaunya matahari
hari cantik sekali
baumu wangi
embunpun iri padamu
itu! melati... melati putih!

tapi tetap saja
kata-katamu usil
dan cuekmu melangit
kadang tak sadar diri
kalau melati harus lembut
dan putih adalah kejujuran
hm,....

kaulah melati itu
melati putihku
aku rindu padamu
aku rindu sekali padamu
oh, melati
melatiku yang putih itu

sahabatku adalah angin

kubiarkan sekeras apa pecahnya mimpi
kubiarkan sekeras apa runtuhnya keinginan
dan kubiarkan juga jalannya duka itu
tercabik penuh dengan derita hati
aku mengkais mimpi dari wajahmu
aku meleburkan panas dalam luka hati
yang tersayat....
yang melepuh!
tertatih-tatih!!!

tapi..........
aku tersenyum
aku menduga, sebuah biru melintasi
dari danau kecil
yang dingin, seperti kabut... seperti awan
kamu disitu
lalu memberiku senyum
tapi entah, aku menangis saat itu!
kau seperti berkata
tanpa suara......
kau seperti berkata
seperti meminta
kau seperti berkata
seperti.....

saat ini semoga kau bahagia
sahabatku adalah angin
dia tahu
dia tahu

pupus

aku hanya kecil yang punya hati
hidupkupun sengsara
kasih sayang itu ku butuh
mengharapkanmu diantara angin

lalu,...
percik air kembali membasahi badanku
kala hujan, dan selalu begini

lalu,..
matahari membakar kulitku
dan haus mengeringkan tenggorokanku

aku yang lemah mengharapkanmu
haruskah aku pupus dengan sebuah rindu
yang tak berhenti
dan menelanku dalam sebuah mimpi

..

ku dan mu

berikan tanganmu
biarkan kugenggam
aku kan untukmu
kau kan untukku

tak akan
tak akan
pernah berpisah

tak akan
tak akan
pernah berpisah

ku akan
ku akan
selalu untukmu
selalu untukmu

dan
dan
selalulah kita bersama

dan
dan
ku untukmu
kau untukku


[Jakarta 17May2008]

Let ME go!!!

telah kudengar ceritamu
telah kupaham apa maksudmu
aku hanya bintang....
yang tak sebesar harapanmu
aku hanya bintang...
diantara harapanmu yang terbuang

biarkan aku sendiri disini
jangan usik aku!
biarkan aku melupakannmu
walau aku tahu
jejakmu akan selalu ada....

aku hanya bagian waktu
melintas dari harapan yang terlintas
sudahlah.......

Dibalik Pelangi

bila paruh napas ini bisa kubagi
separuhnya ini hanya untukmu
dan bila pelangi dapat aku titih
mungkin aku telah disampingmu saat ini

aku tak ingin engkau mati
bangunlah dari tidurmu
aku ingin melihat senyummu
hiasi hidupku dengan tawamu
walau engkau bukan untukku

Ken Pattern


Ken Pattern CWA Charity Art Exhibition
28 April - 17 May, 2008
The exhibition is open daily until 8 p.m
Hotel Gran Melia
JL Hr Rasuna Said, Jakarta Artist ProfileExhibitionsGalleryArticlesStone LithographyProductsUseful Links

Ken Pattern is a Canadian landscape artist who has lived in Jakarta Indonesia since 1989. Pattern works in a variety of media including drawing, painting and printmaking (stone lithography). Of special note are pen and ink drawings, lithographs and paintings of rural and urban landscapes of Jakarta and other parts of Indonesia. Through these intricate images Pattern is documenting an Indonesian social heritage that is fast disappearing. Beginning in 1978, he has participated in many solo and group exhibitions in Asia, North America and Europe. Over the years Ken has gathered a devoted group of collectors and his work can be found in private as well as public collections.



Kemana
“Kemana?”


Minangkabau Girl
“Minangkabau Girl”



“Traditions”