Nature/hot-posts

Bertemu dengan MTA

Terbangun dari tidur dan sempat melirik jam dinding.Dan masih ingin melanjutkan tidur. Tapi dikepala masih tak habis pikir. Karena ceritanya sangat sulit dirunut. Saling berhubungan dan saling datang secara tiba-tiba. Dan beberapa menit kemudian langsung terpikir untuk menulisnya.

Saya sedang bersama orang yang jauh lebih tinggai dari saya. Sepertinya dalam perlombaan yang bergroup. Kami saling mencari kesepakatan bersama. Sambil berjalan terus mencari cela untuk mendapatkan gerakan yang sama. Akhirnya kami berhasil.
[ Jalan satu kaki dengan tongkat disebelah kiri begitu juga dengan teman yang tinggi itu]


Dipertengahan jalan saya melihat dia. Dan berhasil membututinya hingga kerumahnya. Akhirnya pintu rumah dibuka oleh seseorang. Mereka keluar dari rumah bersama dan duduk di taman depan rumah. Namun tiba-tiba ada orang yang jauh lebih tua. Sepertinya datang dan menghampirinya dan menyakitinya.
Ada beberapa lama saya memperhatikannya dari jauh.

Akhirnya, "Ya, sudahlah.." pikirku. Dia juga tak mungkin saya lakukan sesuatu apapun. Karena dia mungkin bukan milikku. Ya itulah gumamku. Walaupun ingin sekali bertemu dengannya.

Kuputuskan untuk pulang. Sambil menyanyikan lagu. Entahlah lagu apa yang saya nyanyikan. Tapi suaraku sepertinya bernyanyi dengan suara yang keras. Tanpa sengaja aku melihat seperti kaca spion yang besar. Tapi bisa melihat dengan sangat jelas. Bayangkan saya yakin dia dan terlihat dari kaca spion itu adalah kedua matanya. Ya, mungkin itulah yang tidak dapat saya lupakan?!

Oh, dia membuntutiku. Perjalanan yang sangat cepat. Saya tidak tahu lagi bagaimana perjalanan itu. Yang pasti saya sudah sampai dirumah. Atau dikantor ya? Karena ada beberapa teman kantor disitu, dan mereka seperti berbisik-bisik membicarakan sesuatu. Benar saja. Mereka membicarakan DIA dan mereka tahu siapa dia dengan saya. "Kok tahu ya?!"

Aku sih tetap saja menyanyi, lagu itu seperti nyanyian yang pernah kita nyanyikan bersama. Walau dengan suara yang lirih seperti bersenandung. Dan tanpa kusadari lagu itu dinyanyikan juga oleh orang lain. Suara seorang wanita. Jelas sekali dan itu adalah suara dia. Aku tidak mau melihatnya langsung. Aku masih takut kecewa dengan pengharapan itu. Aku berusaha mencari kaca untuk melihat siapa dibelakangku. Iya, ya dia. Duh, kangennya.

Akhirnya kami sepakat untuk bertemu dia luar. Dia mengajakku untuk kesuatu tempat di dekat rumah atau kantor itu. Hmm, sepertinya dia justru malah lebih familiar di lingkungan itu. Akhirnya dia pergi duluan.

Entah bagaimana dari jauh aku sudah melihatnya dia telah sampai. Dan tiba-tiba ada orang tua itu lagi. Aku lihat dia sedang menghampiri orang tua itu. Tapi aku bisa melihat di pertigaan jalan ada seorang laki-laki yang menunggu atau yang mengantar orang tua itu. Malah dari temanku itu adalah miswanya.

Ya disitu dech, aku terbangun. Hmmmm...


0 Comments: