kita bertemu lagi
telah lama sekali tak pernah bertemu
aku merasa kaku
ah! tangankupun seperti tak sanggup bergerak
"Hai! pa kabar!" sapanya
"Hmm, oh! kamu aku baik!"
tak banyak berubah
hanya raut muka sedikit berubah
tapi senyummu....
tak pernah kulupa
itulah senyummu
bersembunyi diantara rindu
terbenam dalam waktu ke waktu
hmmmm Jakarta yang penuh dengan kenangan!
masih ingat di bis UI bergantungan
ya, memang tak ada tempat duduknya!
hehhe...
lagi ngapain?
dan tak hentinya kutelepon lagi
walau semenit kau berlalu
"lagi ngapain?!..."
tak tahu dimana!
walau engkau tak tahu dimana
dengarlah....
aku rindu padamu....
hampa
senyum masih membekas disini
tawamu masih membayang dikepalaku
kau mengapa hilang dariku
tanpa kata
kau berlalu
kini aku semakin rindu padamu
kini, hidupku merintih tanpamu
kalau kau dengar suara dari angin
inilah keluhku
hidupku tak berarti tanpamu
menyangimu
tak ingin kau bersedih
walaupun menangis, biarlah ku usap airmatamu
tak ingin kau berduka
walaupun terenyuh, kuingin memberimu senyum
ku menyayangimu
ku ingin dekatmu selalu
ku menyayangimu
ingin selalu bersamamu
tapi kau tak menyayangiku
hujan
basah bumimu
basah sepatuku
kuberlari
menikmati hujan
mengepak tanganku
seperti ingin terbang
hujan
basahi rambutku
angin meniupku
dingin sekali
dalam basah
dan riangku
bulovard
tak perlu aku menangis lagi
karena kau tak pernah datang lagi
sudah kering airmata ini
dan kini seperti mimpi
karena dirimu tak lagi disini
tapi harus kujalani
mengertilah,... walau kau tak pernah mengerti
mengertilah,... semua tak ada sempurna
mengertilah,...
aku seperti berada diujung jalan
tapi hatiku terus mencari jawaban
terus mencari dirimu
Sulitnya
Semenjak kau tak ada disini
Ada yang harus kututupi
Pada awan yang bertanya
Yang kusembunyikan sedihku
Ada yang ingin ku jelaskan padamu
tapi tak dapat bersuara
sungguh tak mudah
sungguh tak mudah
to u
u know? im very hppy whn u near of me...
....
...
..
.
.....
..
..
..
......
.
hijau itu sedang marah
tak tahu bagaimana harus mengambil sikap. Hanya diam, "apa yang harus dijelaskan ya!" teriakan tanpa suara. Dan yang dapat dibuat, hanya memukul-mukul sesuatu.
Apalagi beberapa sms, hanya dengan kata-kata singkat! yang pasti dia marah?!
"Oh no!...." kucoba meneleponnya. Tapi,... benar dia memang lagi marah besar!.
kuingat kata-katanya saaat dia marah, terus kucoba meneleponnya. "Kamu marah?!,...." tanyaku
"kalau marah, ngapain aku angkat teleponnya..." jawabnya. Nah, sekarang ini dia benar-benar marah!!!!
Apalah diriku...
tak punya pilihan
aku kau tinggalkan
ku tak berdaya
aku tak punya apa-apa
sadarku memaksa
tuk melihat siapa aku
aku hanya sebatas luka
diam, seperti baju yang terpaku
Subscribe to:
Posts (Atom)


Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances