Nature/hot-posts
Showing posts with label diary. Show all posts

Malam Imlek


Malam imlek, sengaja tidur di Baloi (dekat Nagoya, pusat bisnis Batam). Belum jam 10 malam sudah riuh bunyi kembang api. Pertama, asyik juga lihat pemandangan kembang api menyentuh angkasa. Berwarna warni berkilau melukis langit malam. Suara dentuman membuat jadi biasa, terkadang menggelegar mengesan ke dada. Duaaaaar! Duar Duar Riuh sekali. Kedua,.. malampun beranjak berganti hari dan tanggal. Semakin riuh saja. Hingga berakhir dari jam baru dan tahun cina yang barupun tetap saja terdengar. Ketiga, didalam rumah,.. suara-suara dentuman kembang api itu seperti perang. Oh, melelahkan! Keempat,.. kalau sudah lelah dan ngantuk. Semua jadi terbiasa dan kemudian,.. mataku berat sekali untuk terbuka. Akhirnya lelaplah aku, menuju bantal dan melenyapkanku dari suara-suara yang menggangguku.

Bilqis

setiap kali visit di facebookmu,..
selalu saja airmata tak tertahankan
semoga kau ditempat yang terbaik disisiNya
amin

Tanggal 19 kemarin

Hmmm,..
Aku cuti, yang sebetulnya sudah beberapa hari yang lalu aku ambil cuti. Alhamdulillah, selama masa cuti sudah beberapa orang yang jadi member internet akses dari rumahku. Padahal aku sudah menggunakan speedy unlimited beberapa tahun yang lalu. Baru sekarang ada ide untuk dishare ke tetangga. Hmm, terlambat?! Ya, idenya baru muncul aja dari pertengahan bulan lalu.

IDE lain untuk bisnis, menjual brownis. Terbesit aja (inget dia jadinya?!?!?!?!), jadinya kenapa enggak dicoba?!?! sekarang lagi mupukin rencana. Mulai dari merek dagang, disain kotak dan logo dll. Hm, targetnya kapan ya?!

Selama cuti, akhirnya aku kelarkan juga logo baru untuk perumahanku sekarang. Sebelumnya logo yang lama aku juga yang buat. Ini adalah logo yang kesekiankalinya yang aku buat untuk publik. Pernah juga aku merancang logo mesjid. Mesjidnya sendiri bukan ditempat tinggalku. Sadar juga! perkembangan logo terpengaruh dengan perkembangan jaman juga! Heheheh....

Masih berjalan, sejak sebulan yang lalu aku jadi distributor "Komputer Kidz" Untuk wilayah KEPRI. Alhamdulillah!... sekarang lagi miki gimana jualan untuk daerah Tanjung Pinang?!

Oh iya, kadang-kadang terima juga orderan cetak foto. Hehehe,.. masih untuk kalangan terbatas. Maklum pasang tarip non starndard kali ya?! murah sih! malah diobyekin untuk cetak orang lain. Heheh, enggak apa-apalah! Kalo bisa murah, kenapa harus mahal?! Bisnis?! ya beda kali ya?! untuk kalo bisa seuntung-untungnya... Owww?/???

Tak ada yang special. Makasih Ucapan di tengah malamnhya :)

Sekarang lagi hujan muluuuuu.

Oh iya, baru aja kelar buat brosur! hasilnya nyaris mirip brosur percetakan dengan stensil. Heeheh

Tak Ada Yang Abadi [RCTI]

It's amazing!!! [09/09/09]
Meminta maaf terkadang membuat kita sulit melakukannya. Apalagi memberikan maaf. Apa yang saya lihat di acara ini, Subhanallah!!! luar biasa. Korban orang ini ada yang buta ada juga yang tuli karenanya. Dalam acara ini dia berusaha untuk meminta maaf apa-apa yang telah dilakukannya pada meraka. Subhanallah, mereka memafkannya. Walau memang benar, dengan memaafkan saja tidak bisa menggantikan apa-apa yang telah terjadi. Sangat manusiawi. Ya, itulah kata-kata anak mereka dari orang tua korban. Alhamdulillah, anak-anak mereka juga akhirnya memaafkan dia.
Memang urusan dunia, mungkin kita akan bisa telaah dengan pikiran saja. Tapi kumukzijatan itu sendiri terkadang tidak dapat dicerna dengan akal saja.
Dari lubuk hati, mereka sungguh luar biasa. Aku sendiri mungkin sulit melakukannya. Tapi dari gambaran ini, insyaAllah aku akan lebih mudah melakukannya. Minta dan memberi maaf. Pengadilan dunia tidak pernah bisa menuntaskannya. Allah maha melihat, maha mendengar, maha adil dan maha penyayang. Dan kitapun akan menghadapi pengadilanNya.
Suatu saat Rasulullah saw. pernah bertanya kepada para sahabatnya:
Nabi saw bersabda : “Mahukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang menzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu.” (HR. Baihaqi)
“Dan jika kamu memberi maaf, maka itu lebih dekat kepada takwa.”
(Surah al-Baqarah, ayat 237)

Buang OBAT

Hari minggu, hujan. Jadi males untuk keluar. Yang ada mau apa ya? Koran pagi udah kulumat. Apalagi? Ah, sebentar main internet. Terus,... apa lagi ya?! Bosan! Kuperhatikan meja tempatku kerja. Emang ruwet. Kayak pasar rakyat. Mau apa lagi, emang buku-buka banyak. Tempat kecil. Trus segala barang2 kecil juga nimbrung. Padahal sudah ada laci kecil. Tapi enggak solve it juga.
Hm, salah satunya adalah obat-obatan. Yang seharusnya harus dihabiskan pada waktu sakit. Aku sih kadang bandel untuk menghabisinya. Apalagi yang namanya amoxcilin, atau obat-obat flu dan vitamin. Tidak tuntas dimakan. Kalo sudah agak baikan, aku tinggalin dech obat itu.
Paling aku ubah sedikit pola sebelumnya. Kubanyakin tidur, kuseringin minum jus buah. Ya, gitu aja. Tapi kalo sudah parah, terpaksa dech langsung semprot. Biar legah dadaku.
Hm, jadi pungutin dech semua obat. Yang sudah kadaluarsa, atau yang sudah tidak kuingat lagi untuk apa obat ini. Pas waktu aku cari diinternet. Ya ampun, indikasinya aneh-aneh. Dan efek sampingnya juga enggak kalah mengerikan. Oh my Allah! Apa iya ya! obat ini untukku. Ah, sudahlah semua diaturNya.
Ternyata lumayan juga ne obat. Ah, buang ajalah! Toh, kalo sakit kan dapet yang baru. Sudahlah! Tapi kalo dibuang begitu aja. Takut digunakan / dipakai oleh orang yang enggak bener. Gimana kalo dijual lagi?! Ow ow ow ow!!!! Enggak boleh dong langsung dibuang gitu aja. Yang aku lakukan adalah menggunting-gunting semua obat. Biar tidak bisa dipergunakan lagi.
Mabok juga baunya. Cepat-cepat kubuang!

cerita dulu "Ramadhan Subuh"

Alhamdulillah, aku sahur juga hari ini. Kemarin aku tidak sahur. Walau begitu alhamdulillah puasa juga kelar. Cuma pas waktu sore, chatting dengannya ngobrol soal makanan. "Suka coklat atau keju?!" tanyanya. Kujawablah "Keju". Heheheh, tambah lapar jadinya. (ah, canda aja kok! ) Aku habis sahur, makan di warung dekat rumah. Lumayan sih kalau jalan kaki. Untung ada motor. Kan, bisa ngebut mengejar waktu. Lumayanlah, dengan menu bervariasi. Maklum warung ini atau rumah makan kaliya? kalau rumah makan tidak seperti rumah makan. Sebenarnya seperti rumah biasa. Hanya cendrung melayani katering dan jaul lauk pauk saja. Lama kelamaan jadi tempat makan juga. Salut dech sama yang punya. Sudah jadi tradisi, selama ramadhan warung ini buka untuk sahur. Self services!
Bensin motorku sudah minim. Sebelum pulang, aku cari bensinlah. Kupikir SPBU disana buka. Rupanya tidak 24jam buka, tutup. Alhasilnya, antara deg degkan dorong plus dinginnya sepanjang perjalanan. Sudah lama tidak seperti ini. Jadi ingat masalalu di Jambi. Kupacu motorku, maksudku biar supply bensinnya rendah. Dan tentunya semakin dingin jadinya.
Dulu waktu diJambi, waktu masih dimess. Habis sahur, keliling dech cari mesjid untuk shalat subuh. Kadang di Sipin, di Kasang atau sampai ke Telanai Pura. Ganti-gantilah.
Paling sering aku sama dengan Mas Zul. Nah, akhirnya kusebut juga namanya. Tapi, aku tidak ingat persis nama lengkapnya. Kalau ada mobil, kami bisa rame-rame. Kadang dengan Wahyu juga. (beberapa tahun dulu aku pernah kontak melalui telepon dikantornya, tapi pernah kuhubungi lagi tapi dia tidak disitu lagi. kemana dia sekarang ya?!)
Kalau cerita subuh,.. aku ingat lagi waktu subuh diperjalanan menuju Bukit Tinggi. Bus yang aku tumpangi berhenti disebuah mesjid. Hari itu agak gerimis. Aku turun dari Bus untuk shalat Subuh. Ampun, airnya dingin sekali. Mengigil rasanya. Tapi karena semua menggunakan wudhu juga menggunakan air itu. Mau apalagi?! Brrrrrr
Aku jadi terharu, melihat orang-orang tempatan yang menuju ke mesjid. Memenuhi paggilan adzan Subuh. Ya Allah, beberapa dari mereka sudah tua dan menggunakan tongkat. Mereka tidak menghiraukan hawa dingin dan rintik hujan, apalagi airnya serasa seperti es. Mungkin saat itu juga masih banyak yang tidur menikmati rintik hujan dan hangatnya selimut ditempat tidur. Duh, mataku jadi sembab.


ibu muda menjajakan koran

Disetiap pagi bila aku lewat disimpang Baloi, aku selalu melihatnya. Dan selalu menyempatkan membeli koran darinya. Padahal aku sudah berlangganan koran lokal yang lain. Entahlah, selalu ingin saja membelinya. Padahal, beritanya hampir mirip-mirip saja.
Mungkin lebih dua tahun yang lalu aku sudah melihatnya setiap pagi dipertiga jalan itu. Tidak ada dia hanya waktu hujan.
Hanya pagi saja dia disana. Mulai dia hamil muda hingga menggendong bayi yang masih merah. Dia masih muda sekali, mungkin umurnya masih dibawah dua puluhan?! Kadang dia hanya menghalau panas pagi dengan menutup koran dagangannya.
Sekarang anak itu sudah besar. Berjalan mengiring ibunya. Kadang digendong dan tertidur. Terlihat jelas, anak itu kumal. Mudah-mudahan dia selalu dipermudah oleh Allah.

penyelamatan bank

Bagaimana sebuah BANK yang tidak begitu besar tapi dapat mengucuran dana yang begitu besar? Apakah sedemikian dobroknya keberadaan bank tersebut? Dan alangkah gampangnya pemerintah mengucurkan dana sebesar itu? (akhirnya KPK mengendus, adakah sesuatu yang tidak wajar?) Ini tidak dapat didiamkan. Perlunya transparansi dalam keputusan pengucuran dana yang luar biasa ini. Dan sangatlah wajar bila DPR mempertanyakan soal ini. Apalagi pemerintah mengatakan ada beberapa bank lagi yang mengalami nasib yang sama. Tentu kita akan membelalakkan lagi mata kita. "Oh my GOD!" Ada apa dengan perbankan kita?

Vonage completed

aku dan 2 orang speedy ke rumah big boss. mereka membawa modem speedy. "speedy nya sudah on kan?" "ya, sudah" aku cuma mengingatkan mereka. beberapa kali kucoba menekan bellnya tapi tak jua diangkat. akhirnya aku telpon saja, karena sebelumnya sudah aku beritahukan akan datang tepat jam sekarang. "ok, no problem!" katanya.
beberapa kali telepon berdering. "pfu! diangkat juga" gumam ku. tak beberapa lama kemudian dia membukakan pintu.
setelah diinstall speedynya, internetnya bekerja. lalu aku test

vonagenya. hm, terlihat indikator intenet dan telepon discreen. "wow! it's work!" lalu aku panggil dia. ku meminta untuk mencobanya. dia sangat senang sekali. "yea? it's working?!" dia coba melakukan panggilan ke usa. menelepon anaknya. "let's me try" sambil menekan nomor telponn
beberapa menit kemudian, sambil tersenyum meletakkan gagang telephone. namun tiba-tiba dia memeluk saya. "thank you"

Routing for our client

akhirnya datang juga. orang ISP datang dua orang. katanya sudah ready tinggal tarik kabel aja untuk connect ke komputer. komputer sudah disiapkan, seorang client sudah dari tadi menunggu actionnya. yang dari tadi kerjaannya cuma baca koran yang dipinjam dari officeku. "mana ya koran yang baru?!" tanyanya. "ya, semuanya baru!" kataku "ah?!"
ini adalah request saya, untuk membuktikan bahwa applikasi mereka itu tetap saja lambat. walau routing yang dirubah. penyediaan service oleh provider hanya sebatas pelayanan internet saja. kecuali servicenya berupa point to point. segala routing dan hub nya akan di atur oleh provider. jelasnya sih akan dicari jalan sesingkat-singkatnya di jalur yang besar.
satu hal lagi, karena opini dari ISP (bukan orang tehnicalnya) sendiri, yang membuat plan untuk pindah ketempat yang baru. kebetulan saat itu aku tidak ikut meeting dengan mereka. aku hanya dapat tugas untuk handle kerjaan ini. setelah ada issue kemungkinan akan mengeluarkan cost sebesat 7000 usd. dari sinilah awalnya aku lead project ini.
dan akhirnya setelah beberapa jam kemudian. hasilnya sama saja. "Well?!...."
goal dari project ini adalah, solve the problem without any cost!
sekarang tinggal clientlah yang mau trace ulang dengan routing baru atau ya mpls. well done!

garis kecil dalam hati

aku, lebih dari tujuh tajuk mengungkit
melemparkan kebaikanku
mengekang rasa biru pada sebuah cinta

ingin aku pulihkan semasa apa yang aku rasa
tapi hanyalah mimpi dibungkus harapan
takkan aku berada dalam kebodohan itu lagi

jiwamu dalam bilik relungmu
aku tak akan banyak berkata padamu
satu perasaan telah mewakilinya
singgah,... "kau rasakan tak!?"
Akh! apalagi yang kau nak?
telinganya tuli tahu!
matanya tak buta tahu!
berhadap hadaplah dengan jujur

** un vakhair ich fiebher la queirn ijhs dattquin

Cuti? ngapain?

tetep aja kerja! ditelponin,.. tetep aja harus reply email. tetep aja remote computer!
hm, malah stress sendiri cuti dihari pertama itu. wow! berasa enggak cuti.
besok gw mau ngilang aja dach!

disela ruang waktu tuk menghabisinya, gw coba karokean. home theater pioner gw enggak ada karokenya. jd terpaksa dech beli karoke console. 6 karoke cd gw beli. hahah... jadi home idole dech!

nidji, itu dari bahasa jepang. artinya pelangi. lagu2 mereka bagus
"melepasmu meninggalkan aku...." enak tu lagu buat karoke. pas banget dengan suaraku. ala! muji sendiri. ah, enggak kok apa adanya aja. sekarang tinggal enak atau enggak buat didenger. hahaha....

mulai dari lagu2 baru..." sempurna....." sampe lagu lama. lama banget tu! "kau...kau segalanya,..."

oh iya besok, baru inget kalo harus kekantor. tapi bukan buat kerja, ada undangan makan siang. sebab 3 bos dikantor mau acara lepas pisah. duh, mereka itu familiar banget dikantor.
mulai dari canda, temen tukar pikiran, curhat ide, dan debat kesehatan.

cuti ku masih banyak, kapok enggak cuti. malah dipotong! ya udah cuti aja!

tadi malem aq baru kirim ide ke bcb commite. gimana kalau bcb bikin acara road show, ya model kayak gitu dech. acara operasi bibir sumbing. ya, ini sih cuma ide awal saja. latar belakangnya adalah ingin membantu orang yang tidak mampu dan meningkatkan kepercayaan diri pada anak seutuhnya. dengan harapan dapat meraih masa depan yang lebih baik lagi. menurut saya, dengan rasa minder dan ucapan yang kurang bisa dimengerti, anak penderita bibir sumbing akan menjadi terbelakang. ya, itu hanya bagian kecil dari yang dialami mereka. mungkin saya salah menilainya. maaf banget ya! tapi, dengan latar belakang perasaan (menurut saya) jadi ingin sekali membantu mereka.

besoknya, pagi2 teman2 bcb merespondnya dengan baik. syukur dech! amin. malah sekalian aja dengan operasi katarak. wih! ide bagus tu. moga2 bagjetnya cukup. enggak kebayang dech berapa ya biaya operasi bibir sumbing dan operasi katarak itu. dan ide dari teman jg kalau bisa gaungnya harus sampe ke pelosok. wih! ide bagus tu! seneng banget tu kalo bisa membantu orang dengan tepat sasaran. bisa menyeka 1 bulir keringat orang saja rasanya senang banget. apa lagi bise membuat mereka bisa tersenyum. hm, sulit dibayangkan rasa senang itu.

"Kun fa yakuun"
ya Allah! cengeng banget nontonnya. ya walau hanya beberapa scene saja sih. ya mungkin tetangga kita atau saudara kita atau juga mungkin temen kita. duh! seneng banget bisa membantunya dan bangga banget dengan ketabahan mereka.
filmnya sederhana, idenya berani untuk dijual ke bioskop. banyak kok yang bisa diambil nilai positif dari flm ini.
"masih banyak orang yang susah har ini. sebutir nasi itu! adalah harga untuk besok harinya...."

kapan ya aku fitnes lagi! hmmm

dalam gedung kehormatan

Beberapa orang yang berjas masuk melewati pintu yang gagah. Dan tak lama kemudian beberapa orang lagi masuk lagi keruang itu. Megah!... Penuh canda diantara mereka. Sepertinya beberapa orang tadi sangat akrab.
Beberapa jam kemudian meraka keluar dari pintu yang sama. Beberapa orang tadi, matanya merah. Seperti silau melihat matahari. Kenapa merah ya?! dan beberapa orang lagi berjalan sambil merapikan koran. Hm,.. mungkin didalam ada taman bacaan yang hening? sehingga mereka baca koran hari ini? Atau karena ada teman mereka yang tertangkap hari ini? Ini gedung apa ya?
"Ini gedung senayan!" jawab satpam dengan galak!.
"Bukannya gedung kehormatan itu?"
"Ah malu nyebutnya mas?!" celetuk seseorang
"Kenapa?!"
"katanya wakilnya rakyat, tapi...."
"Kenapa?!"
"kok enggak ada mirip-miripnya?"
"maksudnya?"
"harusnya gedung ini namanya Gedung Wakil Siapa?"
"Hm?!...."



.... "jangan salahin mereka, kenapa meraka yang dipilih!" kata salah seorang dari mereka
"masalahnya bu, merekalah yang ada!"

what to do?!

semakin jarang ketemu
semakin ingin selalu saja bertemu
"I'm mizz u so much!!!"

pantai kenangan

pantai ini telah membisu
diam walau dia sebagai saksi
kau tak disini lagi
rinduku setengah mati

inikah mendung itu
kau berada dimana?
inikah kabut itu
adakah semua menjadi gelap?
rasanya tak mampu membendung rindu ini

pantai ini...
menyapaku
saat aku hendak meninggakanmu
seperti berbisik ditelingaku
diantara angin dan suara ombak

ke Office singapore juga akhirnya

Akhirnya aku bisa mengunjungi singapore office. Lama juga tidak kesini, banyak berubah terutama orang-orangnya. Orangnya itu-itu juga, tapi umurlah yang membuat kami berubah. Hehehe..... kalau itu sih tidak ada yang bisa mengubah.
Surprise juga jadinya, teman yang dari State juga ada disana. "Hey man!" sapa mereka.
Sebelumnya aku singgah dihotel dulu, "Holiday inn Atrium" good place! Apalagi baru sadar kalau ada Indonesia channel di tv-nya. Selama beberapa tahun nginap di beberapa hotel diSingapore, yang namanya Indonesia channel itu tidak ada. Paling Malaysia dan TV cabel lainnya. Dan lagi tvnya LCS wide screen. Tepat didepan meja kerja.
Aku Lunch dulu, baru dech aku berangkat ke office. Lebih kurang 10$ dengan taksi. 13km, kuperhatikan dari receipt taksi.
Di office, pemandangan yang luarbiasa di lantai 23. Sama seperti dulu, cuma lebih beberapa bangunan seperti ada yang baru dan beberapa gedung dengan warna yang menyolok. 

1st SMS in my new AGE

Makasih and surprise!Dan tidak saya sangka juga saya terbangun dari tidur. Dan beranjak menggapai BB. "Moga kamu hari ini juga bahagia, atau mungkin lebih dari aku punya dihari ini?!".....

:: "Enjoy, and keep spirit! Beban itu jangan sampai membuatmu jatuh sakit!"

Thank, thanks n thanks again!!

Akhirnya kudapatkan juga the New Cocacola itu aku dapatkan juga. Sangat senang sekali. Yang hanya bisa aku sampaikan "makasih, makasih dan makasih lagi..." buat special LADY yang perhatian sekali.
Rasanya lama sekali tidak bertemu, karena sesesuatu dan lain hal. Tapi siapa nyana akhirnya semua itu terjadi. Big Suprise!!!
Anyway,... thanks, thanks and thanks again.

jangan kalah

"pak, aku minta duit" kata anak itu dengan ragu. sambil membetulkan topinya didepan kaca.
"buat apa? " jawab bapaknya
"buat ongkos pak,... hari ini kakiku agak keseleo"
"kenapa nak? kok bisa" tanya ibunya
"karena main bola bu"
"semenjak kapan?"
"sudah dua hari yang lalu bu. aku enggak kuat jalan hari ini bu"
"memang kemarin enggak minta duit sama ibumu?" tanya bapak
"pak, sudah seminggu aku enggak minta duit"
"nak, ibu memang enggak punya duit. tapi kalo sakit kayak gini jangan didiemin to" kata ibu dengan melas. Apalagi saat melihat anaknya yang jalannya agak menahan sakit.
"baru hari ini saja kok bu terasa sakit"
"maaf bu, aku jadi minta duit gara-gara kakiku yang keseleo ini" mata anak itu berkaca. seperti tak sanggup meminta duit. karena dia tahu betapa susah keluarganya.
"enggak apa-apa kok nak"
ibunya tak sanggup mendengar kata-kata anaknya yang lirih hanya karena meminta uang. dipeluknya dengan lembut. maklumlah anaknya tak pernah mengeluh untuk makan, untuk jalan kaki setiap hari ke sekolah, untuk buku yang seadanya, untuk pakaian yang hanya satu untuk sekolah yang sekali dicuci sehabis pulang sekolah dan dijemur, dan besoknya dipakai kembali. dia tak pernah mengeluh untuk melakukannya sendiri. karena dirumah kadang orang tuanya tidak ada dirumah dan tiada kesempatan untuk memperhatikannya.
betapa sayangnya kedua orang tuanya, walau sesulit apapun anaknya tidak dibolehkan untuk mencari duit sendiri. "biar bapak dan ibu saja nak!,... biar kami yang kalah. tapi kamu harus menang nak!" itulah kata-kata dari bapaknya yang selalu dikenang. selalu terngiang.


::

Lupa dan Ingat

tak pernah ingat sebelumnya
tak pernah sama sekali

tapi saat kutanyakan
jawabnya sama saja

tapi setelah itu...
aneh, kau mengingatnya

itu sudah lama sekali
baru saja kau bercerita soal itu

aneh,.. kok ingat untuk cerita hal itu

:: ya opo seh!