Apalah diriku...
sapa sebelum tidur
makasih y
aq senang membcanya
elegi danau yang tak biru
menghalangi pandanganku
kau....
aku yakin kau disana
pagi ini kabutmu begitu tebal
tak seperti biasanya
walau dingin kucoba bertahan
sesekali ku mendengar suaramu
ada tawamu
aku senang sekali derai tawamu
buat ku bahagia
walau kau entah dimana
seperti telaga bening berkabut
dan kita diatasnya
tapi saling tak menemukan
terima kasih
dan sorenya malah dia mengatakan "terima kasih,...."
Hmmmn,...
Kuity
Kenapa kita harus menilai orang lain? Ini sih bukan untuk apa-apa atau harus bagaimananya. Dengan meyakinkan diri sendiri dalam penilaian kepada orang lain hanyalah untuk mengedepankan dari sebuah hubungan dari manusia ke manusia. Dan bagaimana kita mengatasi ragam perilaku teman, relasi, sahabat, orang lain, atasan ataupun bawahan. Dan mungkin juga suami/istri atau juga pacar? (hmmm...)
Dalam propestif nalar, dia orangnya sederhana, pemalu (mungkin karena belum kenal), selalu berusaha dengan mengedapankan aturan-aturan yang nyata. Periang? ah, tidak juga. Biasa aja seperti Es Cream, biasa aja nya sedikit agak naik. Tapi tetap aja biasa. Kalau cuma makan goreng dan bersantan, kenapa harus ke rumah makan padang. Kan dirumah juga masak! Hanya senyum melukiskan kata-kata yang telah diucapkannya. "Mak!... Wak!.... Ahh! Ngeeee! Kek!...
Ya, begitulah dia!
Apa dia begitu?...
Love In a Dairy
Of all the spots for making love, Give me a shady dairy, With crimson tiles, and blushing smiles From its presiding fairy; The jolly sunbeams peeping in Thro' vine leaves all a-flutter, Like greetings sent from Phoebus to The Goddess of Fresh Butter.
The swallows twittering in the eaves, The air of Summer blowing Thro' open door from where a score Of tall rose-trees are growing, A distant file of hollyhocks, A rugged bush of tansy, And nearer yet beside the steps A gorgeous purple pansy;
Suggestive scents of new-mown hay, From lowland meadows coming; The distant ripple of a stream, And drowsy sounds of humming From able-bodied bees that bevy About the morning-glory, Or dawdle pleasantly around The apple-blossoms hoary.
A rosy bloom pervades the spot; And where the shadows darkle, In glittering rows the shining pans Show many a brilliant sparkle. As snowy as my lady's throat, Or classic marble urn, In central floor there proudly stands The scourèd white-wood churn.
And she who reigns o'er churn and pan-- In truth, my friend, between us, My dimpled Chloe is more fair Than Milo's famous Venus. Mark, mark those eyes so arch and dark, Those lips like crimson clover, And ask yourself, as well you may, How I could prove a rover.
Talk not to me of moonlit groves, Of empress, belle, or fairy; To me the fairest love of loves Is Chloe of the Dairy.
The Passionate Shepherd to His Love
And we will all the pleasures prove,
That vallies, groves, or hills, or field,
Or woods, and steepy mountains yield;
Where we will sit upon the rocks,
And see the shepherds feed their flocks,
By shallow rivers, to whose falls
Melodious birds sing madrigals.
And I will make thee beds of roses,
And then a thousand fragrant posies,
A cap of flowers, and a kirtle,
Embroined all with leaves of myrtle;
A gown made of the finest wool,
Which from our pretty lambs we pull;
Slippers, lined choicely for the cold,
With buckles of the purest gold;
A belt of straw and ivy-buds,
With coral clasps and amber studs:
And if these pleasures may thee move,
Come live with me and be my love.
Thy silver dishes, for thy meat,
As precious as the gods do eat,
Shall, on an ivory table, be
Prepared each day for thee and me.
The shephards swains shall dance and sing
For thy delight each May-morning:
If these delights thy mind may move,
Come live with me and be my love.
Christopher Marlow
garis kecil dalam hati
melemparkan kebaikanku
mengekang rasa biru pada sebuah cinta
ingin aku pulihkan semasa apa yang aku rasa
tapi hanyalah mimpi dibungkus harapan
takkan aku berada dalam kebodohan itu lagi
jiwamu dalam bilik relungmu
aku tak akan banyak berkata padamu
satu perasaan telah mewakilinya
singgah,... "kau rasakan tak!?"
Akh! apalagi yang kau nak?
telinganya tuli tahu!
matanya tak buta tahu!
berhadap hadaplah dengan jujur
** un vakhair ich fiebher la queirn ijhs dattquin
bagai bunga kembang tak jadi
tak kalah bila engkau disini
pas disampingku
kau penuh pesona dan membelah rindu ini
menyematkan cinta
dalam labuhan jiwa berujung
dalam ribaan hati penuh lembut
semasa waktu itu begitu cepat
yang melewati jam hanya dalam detik
aku ingin membawa waktu itu
Termehek Mehek, sabtu 28 June 2008
Cewek ini sudah ada 6 bulan tidak sadar dirumah sakit. Orang tuanya sudah pasrah. Doa-doa sudah dipanjatkan. Tapi, tidak ada perubahan yang berarti. Yang kadang terucap, nama seorang cowok.
Cowok ini sebenarnya sudah mengutarakan isi hatinya. Tapi, dianya tidak dapat menjawab. Karena ada temannya yang juga suka sama cowok itu. Jadi, cewek ini ada hati tapi dipendamnya. Hingga dia jatuh sakit dan tak sadar dirumah sakit. Tapi akhirnya terkuak juga. Dalam ketidak sadar dirinya. Dia terkadang mengucap nama cowok itu.
Cowok ini rupanya sudah jadi guru tetap disekitar Bogor. Hosts dan cewek yang juga suka sama cowok itu menemuinya. Yang ternyata cowok ini sudah tunangan. Ribet kan jadinya!. Tapi akhirnya cowok itu jadi juga ikut menemui cewek yang lagi sakit dirumah sakit itu.
Hm,.. ini detik-detik yang mengharukan itu. Hostnya sudah berpesan kalau dia sendiri tidak tahu persis keadaan dimana seseorang yang tidak sadar diri selama 6 bulan dirumah sakit.
Saat mereka menemuinya, kedua orang tua dan adiknya ada disana. Pertama mereka menemui bapaknya dan adiknya. Mereka minta ijin untuk menemui cewek yang ada sedang sakit itu dikamar.
Cowok itu dipersilahkan menemui cewek itu. Kedua hosts berada diluar dan kameramen masuk untuk merekam kejadian itu. Cowok itu duduk disampingnya, tangannya diraihnya. Dengan terbata-bata dia memperkenalkan dirinya. Dia menyebut namanya. Cewek itu tetap diam dengan keadaan napasnya dibantu dengan oksigen.
Tanganya terus digenggam oleh cowok itu. Sepertinya tangan cewek itu masih bertenaga dan sepertinya saling menggenggam. Mungkin walau tidak sadar, tangan jarinya masih bisa merasakan dan mendengar.
Tepat sorotan kamera, tangan cewek itu terlepas dari genggaman cowok itu. Dan pastinya tidak ada tenaga. Cowok itu kaget! dan berusaha meraihnya kembali. Dan sadar,... cewek itu telah pergi. Maka histerislah dia sambil menyebut nama cewek itu. Yang diluar (orang tuanya), segera masuk kekamar.
............. mengharukan
IBU yang tersayang tanpa lelah terus berjuang
panas matahari tak menghalau
anakmu masih kau gendong
merebah dalam mimpinya
Kau tak pernah berhenti
kakimu terus melangkah
walau letih...
dan keringatpun tak henti
tapi kau terus berjalan
hari ini harus pulang
walau ditangan hanya beberapa ribu saja
dari usaha pagi hingga siang ini
dan.. sore akan tiba dirumah
Kau IBU
badanmu kurus
bajumu lusuh
tapi senyummu sejuk
kata-katamu lembut
tak ada lagu seindah suaramu
anakmupun tertidur dalam dekapmu
3 Days only
Dia memaksaku untuk mengunjunginya. Dua bulan lalu aku berusaha menolaknya mati-matian. Tapi kali ini aku tidak bisa apa-apa lagi.
"Akhirnya sampai juga!" desahku saat turun dari taxi. Oh, rupanya ini studionya.
"Rizal, aku sudah berada tepat didepan studiomu" kataku melalui handphoneku
"Well, kenapa diluar! silahkan masuk. Aku masih ada beberapa shoot lagi. Aku tunggu ya!"
"OK, aku masuk sekarang!" kataku
Seorang sekretaris cantik menyambutku. Belum aku berkata-kata "Hi Mr Riz, silahkan ikut saya"
Wow, betah banget membuntutinya. Tapi, dia menahan laju jalannya. Dan diapun berjalan disamping saya. "Saya Riz!" sambil menyodorkan tanganku. "Oh! sorry, saya Imelda" katanya.
"Apakah kamu mantan orang kuat itu?" tanyaku "Hehehe oh tidak!" jawabnya tersenyum. "Kamu dari Indonesia?" tanyanya "Iya! saya dari Indonesia" jawabku.
Lumayan, lumayan akrab jadinya. Supel banget cewek ini, pikirku.
Dia membuka sebuah pintu "Mr Riz, ini workshopnya. Silahkan!" ajaknya. "Oh, terima kasih!"
"Hey! You Riz?!" sambut kedua tangannya
"HEy! Gon! " balasku. Kamipun bepelukan seperti teman lama. Padahal baru kali ini aku bertemu dengannya. "Lagi sibuk?!" tanyaku. "Ah. biasa!" jawabnya. Didalam studio ini ada beberapa orang wanita cantik yang sexy. Bikini!!!
"Yah! beginilah studio kecilku" katanya
"Ini tidak kecil! lumayan besar. Mulai dari slide background, peralatan moving dan lightiningnya bagus! wow! ini lampu beli dimana? " tanyaku. "Ini buat sendiri? nyontoh punya Darwis dari Indonesia! Heheheh!"
"Lagi ngapain kamu sekarang?!" tanyaku lagi
"Ini untuk promosi Tiger Beer!" jawabnya. "Masih ada 3 pemotretan lagi!, sebentar ya... perutku dari tadi tidak bisa kompromi! Tolong kamu ambil ya! 5 menit aku kembali!"
"Tapi!,.. tapi?!" selaku
"Sudahlah, please! aku tak ada waktu nich! perutku tidak enak!" mukanya melas!
"Eh eh" bingung, bagaimana memulainya.
"Ben! can help him! aku pergi sebentar!" Benpun menghampiriku. "Please! apa yang bisa saya bantu?!"
"Thanks Riz!" teriaknya
"Semoga bisa lega! heheheh!!!" balasku
... bersambung!!
Hari ANTI MADAT sedunia
Diharapkan pemakai yang dijatuhi vonis bersalah dan dipenjara di sel khusus. Yang sifatnya untuk menyembuhan. Bukan ditempatkan bersamaan dengan orang yang dipenjara karena pidana/kriminal. Semoga para hakim mendengar usulan ini.
Arti kata pemakai mungkin ditentukan dengan berapa besar narkotik diketemukan pada tersangka. Efek jera yang diberikan pada pemakai memang perlu, tapi yang paling utama bagaimana membentuk korban menjadi lebih kuat dan menyadarinya untuk menjauhi narkotik/

Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances