lumpur lapindo telah mengisahkan cerita baru
kenanganpun telah musnah
dimana rumah yang penuh kenangan hilang
dimana kuburanpun telah terkubur
menyisakan bau
menyisakan lumpur
menyisakan sedih dan airmata
menyisakan pedih
menyisakan runtuhnya harapan
dan tersisah...
terkadang hanya ujung atap rumah
yang bisa dilihat
atau malah terkadang..."entah dimana...?!"
its real
kenyataan hidup seperti
kaca spion mobil....
terus berlalu meninggalkan dibelakangnya
dan sesekali melihat kaca itu
cuma hanya itu yang bisa dilakukan
dan didepan....
adalah tujuan dan harapan
kaca spion mobil....
terus berlalu meninggalkan dibelakangnya
dan sesekali melihat kaca itu
cuma hanya itu yang bisa dilakukan
dan didepan....
adalah tujuan dan harapan
iLUSI nYATA
seperti bayang
yang selalu mengejarku
adakalanya disampingku
dibelakangku
didepanku
dan dilangkah kakiku
dalam siluet
penuh kuberharap
mengurai bayang
hingga kau dihadapanku
aku rindu
sungguh
:: .... rest my life
yang selalu mengejarku
adakalanya disampingku
dibelakangku
didepanku
dan dilangkah kakiku
dalam siluet
penuh kuberharap
mengurai bayang
hingga kau dihadapanku
aku rindu
sungguh
:: .... rest my life
kau ruangku
berilah aku ruang
walau sempit
walau pengap!
aku ingin didekatmu
walau kau tak peduli
berilah aku ruang
walau jarang kau melihatku
walau kau telah hilang
kuhanya ingin suaramu
berilah aku ruang
walau gelap
walau gelap
kuhanya gapai mimpimu
aku selalu rindu padamu
aku disini selalu inginkanmu
walau telah hujan dan kini panas
walau telah pagi dan kini malam
"... i need you beibh!"
walau sempit
walau pengap!
aku ingin didekatmu
walau kau tak peduli
berilah aku ruang
walau jarang kau melihatku
walau kau telah hilang
kuhanya ingin suaramu
berilah aku ruang
walau gelap
walau gelap
kuhanya gapai mimpimu
aku selalu rindu padamu
aku disini selalu inginkanmu
walau telah hujan dan kini panas
walau telah pagi dan kini malam
"... i need you beibh!"
overcome limitation without boundary
ketika orang banyak melihat dan bicara fakta
tapi ada juga orang yang melihat dengan mulutnya
dan berbicara dengan matanya
atau mendengar adalah fakta dan ketikan adalah bicara?
Hmmmm...
overcome limitation without boundary
mengatasi keterbatasan tanpa batas
open your mind http://www.kartunet.com/
tapi ada juga orang yang melihat dengan mulutnya
dan berbicara dengan matanya
atau mendengar adalah fakta dan ketikan adalah bicara?
Hmmmm...
overcome limitation without boundary
mengatasi keterbatasan tanpa batas
open your mind http://www.kartunet.com/
kasihku
kau telah membuatku serasa berada diantara bintang-bintang
dan kasihmu menyelimuti seperti awan yang mengiringiku kelangit yang tinggi
::
dan kasihmu menyelimuti seperti awan yang mengiringiku kelangit yang tinggi
::
Mimpi telah berlalu
Sebelum waktu berlalu...
Menghempas harapan,.. yang mungkin seperti mimpi
tapi kau masih diam
dan semangatmu lelah dan lemah
Ingatlah matahari masih ada, disaat kau bangun pagi
sadarlah kau tak bermimpi
dan teknologi telah membantumu untuk melihatnya
Apakah kau masih bermimpi?....
matamu berkaca-kaca
ya, kenyataan!
Menghempas harapan,.. yang mungkin seperti mimpi
tapi kau masih diam
dan semangatmu lelah dan lemah
Ingatlah matahari masih ada, disaat kau bangun pagi
sadarlah kau tak bermimpi
dan teknologi telah membantumu untuk melihatnya
Apakah kau masih bermimpi?....
matamu berkaca-kaca
ya, kenyataan!
Kamu Cinta
cinta kamu tabah
cinta kamu tegar
cinta kamu sayang
cinta kamu senyum
cinta kamu bahagia
cinta kamu rindu
cinta kamu ...... adakah untukku
selalu....
:: love is heart not brain! for sometime reason
cinta kamu tegar
cinta kamu sayang
cinta kamu senyum
cinta kamu bahagia
cinta kamu rindu
cinta kamu ...... adakah untukku
selalu....
:: love is heart not brain! for sometime reason
jangan kalah
"pak, aku minta duit" kata anak itu dengan ragu. sambil membetulkan topinya didepan kaca.
"buat apa? " jawab bapaknya
"buat ongkos pak,... hari ini kakiku agak keseleo"
"kenapa nak? kok bisa" tanya ibunya
"karena main bola bu"
"semenjak kapan?"
"sudah dua hari yang lalu bu. aku enggak kuat jalan hari ini bu"
"memang kemarin enggak minta duit sama ibumu?" tanya bapak
"pak, sudah seminggu aku enggak minta duit"
"nak, ibu memang enggak punya duit. tapi kalo sakit kayak gini jangan didiemin to" kata ibu dengan melas. Apalagi saat melihat anaknya yang jalannya agak menahan sakit.
"baru hari ini saja kok bu terasa sakit"
"maaf bu, aku jadi minta duit gara-gara kakiku yang keseleo ini" mata anak itu berkaca. seperti tak sanggup meminta duit. karena dia tahu betapa susah keluarganya.
"enggak apa-apa kok nak"
ibunya tak sanggup mendengar kata-kata anaknya yang lirih hanya karena meminta uang. dipeluknya dengan lembut. maklumlah anaknya tak pernah mengeluh untuk makan, untuk jalan kaki setiap hari ke sekolah, untuk buku yang seadanya, untuk pakaian yang hanya satu untuk sekolah yang sekali dicuci sehabis pulang sekolah dan dijemur, dan besoknya dipakai kembali. dia tak pernah mengeluh untuk melakukannya sendiri. karena dirumah kadang orang tuanya tidak ada dirumah dan tiada kesempatan untuk memperhatikannya.
betapa sayangnya kedua orang tuanya, walau sesulit apapun anaknya tidak dibolehkan untuk mencari duit sendiri. "biar bapak dan ibu saja nak!,... biar kami yang kalah. tapi kamu harus menang nak!" itulah kata-kata dari bapaknya yang selalu dikenang. selalu terngiang.
::
"buat ongkos pak,... hari ini kakiku agak keseleo"
"kenapa nak? kok bisa" tanya ibunya
"karena main bola bu"
"semenjak kapan?"
"sudah dua hari yang lalu bu. aku enggak kuat jalan hari ini bu"
"memang kemarin enggak minta duit sama ibumu?" tanya bapak
"pak, sudah seminggu aku enggak minta duit"
"nak, ibu memang enggak punya duit. tapi kalo sakit kayak gini jangan didiemin to" kata ibu dengan melas. Apalagi saat melihat anaknya yang jalannya agak menahan sakit.
"baru hari ini saja kok bu terasa sakit"
"maaf bu, aku jadi minta duit gara-gara kakiku yang keseleo ini" mata anak itu berkaca. seperti tak sanggup meminta duit. karena dia tahu betapa susah keluarganya.
"enggak apa-apa kok nak"
ibunya tak sanggup mendengar kata-kata anaknya yang lirih hanya karena meminta uang. dipeluknya dengan lembut. maklumlah anaknya tak pernah mengeluh untuk makan, untuk jalan kaki setiap hari ke sekolah, untuk buku yang seadanya, untuk pakaian yang hanya satu untuk sekolah yang sekali dicuci sehabis pulang sekolah dan dijemur, dan besoknya dipakai kembali. dia tak pernah mengeluh untuk melakukannya sendiri. karena dirumah kadang orang tuanya tidak ada dirumah dan tiada kesempatan untuk memperhatikannya.
betapa sayangnya kedua orang tuanya, walau sesulit apapun anaknya tidak dibolehkan untuk mencari duit sendiri. "biar bapak dan ibu saja nak!,... biar kami yang kalah. tapi kamu harus menang nak!" itulah kata-kata dari bapaknya yang selalu dikenang. selalu terngiang.
::
Lupa dan Ingat
tak pernah ingat sebelumnya
tak pernah sama sekali
tapi saat kutanyakan
jawabnya sama saja
tapi setelah itu...
aneh, kau mengingatnya
itu sudah lama sekali
baru saja kau bercerita soal itu
aneh,.. kok ingat untuk cerita hal itu
:: ya opo seh!
tak pernah sama sekali
tapi saat kutanyakan
jawabnya sama saja
tapi setelah itu...
aneh, kau mengingatnya
itu sudah lama sekali
baru saja kau bercerita soal itu
aneh,.. kok ingat untuk cerita hal itu
:: ya opo seh!
seperti
"hari ku seperti malam
dan kau.... adalah bintang-bintang itu"
:: i luv u
dan kau.... adalah bintang-bintang itu"
:: i luv u
ini kita
"jalan ini berkabut sayang..."
kau masih saja memeluk tanganku
melangkah lambat...
seperti ketukan yang selalu sama
dan kau tersenyum
saat prahara terlewati
kau memelukku
saat meredam emosiku
aku tak pernah merasa sendiri
walau kau tak disini
"I luv u"
jarimu menggenggam erat
:: side me is LOVE
kau masih saja memeluk tanganku
melangkah lambat...
seperti ketukan yang selalu sama
dan kau tersenyum
saat prahara terlewati
kau memelukku
saat meredam emosiku
aku tak pernah merasa sendiri
walau kau tak disini
"I luv u"
jarimu menggenggam erat
:: side me is LOVE
seperti disampingku
kau masih seperti disampingku saja
padahal baru saja kau meninggalkanku
meninggalkan senyum dan cerita disini
kangenku tak pernah berhenti
karenaku ingin selalu bersamamu...
ingatlah oh ingatlah....
jauhnya matahari kau dekat seperti bayangku
selalulah dalam pelukanku
walau kau tak disini
kuberi ruang menempati hati yang dalam ini
agar kau selalu dapat kutemukan
sungguh ini tak mudah...
padahal baru saja kau meninggalkanku
meninggalkan senyum dan cerita disini
kangenku tak pernah berhenti
karenaku ingin selalu bersamamu...
ingatlah oh ingatlah....
jauhnya matahari kau dekat seperti bayangku
selalulah dalam pelukanku
walau kau tak disini
kuberi ruang menempati hati yang dalam ini
agar kau selalu dapat kutemukan
sungguh ini tak mudah...
Chinese New Year 2008: Rat
"Happy Chineses New Year 2008... Gong xi!"
Subscribe to:
Comments (Atom)

Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances