Nature/hot-posts

silent

seperti tidak ada daya untuk ke tempat itu
apalagi setiap panggilanku tak ada jawaban...
aku semakin ciut
apalagi waktu telah menggilasku..
aku hanya memohon padaNya
dan itu kesempatanku untuk mengadu
dalam resah dan galau
antara keberanianku untuk ke tempat itu
untunglah Angel itu datang....
Tuhan mendengar keluh dan resahku
terjawab dalam nyata dan terhalang lagi
aku pun menjadi riang tak menentu
apalagi saat terima paggilanmu
langkahku lemah....
tapi kupastikan tiap detiknya
aku telah berada disitu
tiap detik ku rasa
kaupun disampingku
........ ya kusuka

tak sendiri


titian paling kecilpun dapat dilalui
hingga beban tak terlampaui dapat dipikul
semua berbagi
karena kita tak sendiri...


embrasse


ku meminta izinmu...

How Do I know [Comment savez-vous?]



Frankie and Johnny (1991)




Ketika datangnya cinta, dia tidak dapat memilih. Tapi hanya menerima dengan apa adanya. Dan apapun akan dilakukan untuk saling mambahagiakan. Terlepas dari satu hal yang bertolak belakang tapi tetap saling mengisi. Tak ada yang sempurna, dan cinta adalah penghubungnya.
Kejujuran, hal yang terpenting dalam memberikan kepercayaan. Percaya, adalah bagian dari rasa cinta itu sendiri.

George's Summer Project: Unlocking Apple's iPhone

George Hotz
George Hotz

Seventeen-year-old George Hotz owns a mean soldering iron, and now he's Apple Inc. [AAPL 167.2537 5.0237 (+3.1%) ] and AT&T's [T 42.29 0.68 (+1.63%) ] worst nightmare--and the source of some serious embarrassment. You see, George spent the last 500-hours of his summer vacation unlocking Apple's iPhone, the year's hottest gadget and only available to work on the AT&T network. Until now.

"I unlocked the iPhone; I made the iPhone available for use on networks other than AT&T," a happy, talkative Hotz told me during his roll-out-the-red-carpet to CNBC's headquarters earlier today.

This is a great story. Not just because it's an engineering marvel, but that it was done by the quintessential engineering geek in his bedroom, not for some nefarious way to squeeze extortion money out of two of the biggest names in tech, but simply because he's a T-Mobile customer with a T-Mobile family plan and he wanted an iPhone. And he didn't think it was fair that the phone was only available on one network.

"You can use the SIM card, you can put the SIM card in and use it with any network," says a triumphant, almost giddy Hotz.

This is a cool kid. He's well spoken, engaging, ebullient and smart. And he's clearly come up with something significant. Apple isn't commenting; AT&T is directing all calls to Apple. I mean, I don't want to glorify a hacker or Hotz' accomplishment. The kid sticks by his story that re-engineering the iPhone and "unlocking" it doesn't violate the Digital Millennium Copyright Act and he makes a compelling case since he's not trying to profit from this in any way (except he is selling one of his unlocked iPhone's on eBay

eBay Inc
EBAY

39.9 0.82 +2.1%












[EBAY 39.9 0.82 (+2.1%) ] and it's currently going for $2,900 at this writing.)

He says it took 500 hours to do, that it involved soldering components and re-programming software. Not an insignificant challenge and hardly something the masses will undertake. But now that we know it's possible, and that others may try to do the same thing and make it easier, young George Hotz may have stumbled across something very big indeed.

"It became, like an obsession, it became, like, I'm gonna do this and I put so much time into it," Hotz tells me.


Analysts I've talked to are still mulling the unlocking's significant. "I am not convinced that Apple is going to be all that upset because they sell more iPhones," Rob Enderle of the Enderle Group says. "AT&T is going to be pissed."

Meantime, Hotz is enjoying his newfound folk hero status and tells me he hopes to line up an internship at Google

Google Inc
GOOG

637.39 15.39 +2.47%












[GOOG 637.39 15.39 (+2.47%) ] next summer. Don't hold your breath, kid: Google CEO Eric Schmidt sits on Apple's board.

Questions? Comments? TechCheck@cnbc.com

© 2007 CNBC, Inc. All Rights Reserved

Secret IPod Hack


Secret IPod Hack - The best bloopers are here

Dia lebih tahu

aku telah jatuh
nada hati tak bergeming
walau suara telah membisikku
kedatanganmu membinariku
semi indah membayang sudah

tak dapat kutolak
saat kutahu itu adalah kamu
aku hanya tersenyum
kenapa aku tidak tahu
padamu...
terasa aku melihat apa mauku
dalam dua sisi yang selalu sama
kau meyakiniku

aku tak bermimpikan?
kau selalu menemukanku
terkadang kau lebih tahu diriku

Flasing me on my side

Lemparkan kesunyian padaku
biarlah aku dalam gelap mencarimu
aku seperti tak berarti apa-apa
dalam dingin dan sepiku

Titianku rapuh dan tak terawat
memaknai sebuah cinta dan hanya aku yang berharap
temanku adalah kesendirianku
yang diam tak tak terusik
aku rindu memelukmu
dekap kehangatan yang penuh

Aku hanya bisa tertunduk
menutup mata
menutup telinga
yang kurasakan hanyalah hati
hingga perasaanku terlalu peka padamu
dalam rinduku
menyembunyikan namamu dalam redup

Bila waktu dapat kuputar
aku ingin segera bersamamu
dan tak ingin tertegun seperti ini

I Want To Know What Love Is..

I gotta take a little time
A little time to think things over
I better read between the lines
In case I need it when Im older

Now this mountain I must climb
Feels like a world upon my shoulders
I through the clouds I see love shine
It keeps me warm as life grows colder

In my life theres been heartache and pain
I dont know if I can face it again
Cant stop now, Ive traveled so far
To change this lonely life

I wanna know what love is
I want you to show me
I wanna feel what love is
I know you can show me

Im gonna take a little time
A little time to look around me
Ive got nowhere left to hide
It looks like love has finally found me

In my life theres been heartache and pain
I dont know if I can face it again
I cant stop now, Ive traveled so far
To change this lonely life

I wanna know what love is
I want you to show me
I wanna feel what love is
I know you can show me

I wanna know what love is
I want you to show me
And I wanna feel, I want to feel what love is
And I know, I know you can show me

Lets talk about love
I wanna know what love is, the love that you feel inside
I want you to show me, and Im feeling so much love
I wanna feel what love is, no, you just cannot hide
I know you can show me, yeah

I wanna know what love is, lets talk about love
I want you to show me, I wanna feel it too
I wanna feel what love is, I want to feel it too
And I know and I know, I know you can show me
Show me love is real, yeah
I wanna know what love is...

Memang Untukmu

Tak ada yang memintamu pergi sayang!
teh yang disediakanpun masih hangat
cuma kita yang duduk disini
hanya kita

Ini semua untuk kita
biarkanlah kita disini dan menikmati apa yang ada
dan ini untukmu

Tak ada yang memintamu pergi
kubiarkan dan memang kumembutuhkanmu
....

Pasti Kumenemukanmu

Sekencang mungkin Bejo memacu sepedanya. Hampir ditiap tingkungan nyaris jatuh. Apalagi sepeda bututnya yang kadang rewel. Tapi, kali ini tidak ada yang melawan lagi. Semua dilewatinya! wus.. tinggal Pak Parto yang rada ngomel "Walau ya ope Jok! kok ngaburnya enggak karuan gitu!" maklum hampir aja Pak Parto kehilangan keseimbangannya.
"Maaf Pak! " teriak Bejo sambil tetap mengayuh sepedanya.
Tidak lama kemudian "Oi, Jok! mau kemana?" teriak temannya
"Stasion!" balas Bejo walau tidak sempat membalikkan kepalanya.
Hm, stasion?! gumam Yono. "Kenapa ya? kok, dia kestation!" tanya Yono kepada teman-temannya."Wah! dak tahu ya" balas seseorang
"Enggak biasanya ya? mau jemput orang kali!"
"Ah, pagi begini ya enggak ada sepur yang masuk ah!"
"Berarti Bejo mau kemana?"
"La iya ya,.. mau kemana. Mosok dia mau pergi enggak bawa bekal"
".... aneh!"
Tapi tiba-tiba Bowo langsung "Mungkin si Pety yang mau pergi!"
"Kenapa Pety? apa hubungannya?"
"Iya Yo! Pety kan mau pergi hari ini. Katanya sih orang tuanya mau kirim dia ke Jogya. Persis hari ini!"
"Iya jadi kenapa si Pety! ama si Bejo"
"Apa emang jadian mereka ya?!"
"yok yok ke station yok!"
akhirnya semua orang yang mengumpul tadi berangkat ke station kereta.

Sementara ditempat lain. "Mbok! kami cuma pergi 2 hari saja. Tulung rumah dijagain. Bilangin sama Kusno, rumput dihalaman depan sudah harus dipotong.. ya! Oh iya kalau Pak Maryo datang kasih aja kunci mobilnya. Heran! benerin mobil kok enggak pernah pas. Ya! pergi dulu ya mbok!"
"Cepet to Ma! enggak enak sama Pardi yang nungguin. Kita kan boleh pinjem mobil itu"
"iya,. iya! aku kan pake kebaya! inikan sudah cepet"
"Mana mas Bejo. Kok enggak ada!" gumam Pety.
"Yo ndok! kok sedih gitu toh!" tanya bapak
"Enge,. enggak to pak" jawan Pety
Sepanjang perjalanan Pety tampak murung. Dan selalu menyesali kenapa harus percaya sama Bejo. Memang sih Bejo tidak pernah mangkir dari janjinya.Tapi, kok saat seperti ini dia kok enggak nongol.Aku tahu Bejo pasti takut sama bapakku apalagi mamaku. Melebihi menir yang galak! Tak terasa air matanya jatuh. Dia hanya diam. Pandangan kosong. Saat ini sangatlah diharapkan kedatangan Bejo. Pacarnya yang baru 3 bulan ini jadian.
"Mas Bejo! aku benci!" gerutunya dalam hati.
"Lho! kok nangis nak! Kenapa?!" tanya mama
"Eh,.." sambil menepis air matanya "Enggak kok Pety enggak nangis"

Sementara Bejo...Wus!!!!!!!
"Jok! ala ngebut kok enggak kira-kira. Napa sampean?!" kata pak Moko. Pak Moko temannya bapak waktu di Malang. Sama-sama dipasukan runcing merah putih. Sekarang kerja di station ini.
"Eh Pak! maaf pak ada yang diuber pak!"
"Untung enggak ada patrol belanda! nanti dikira apa lagi!"
"maaf pak!"
"ya sudah! badanmu basah kabe!"
"eh,..iya" bukan saja basah, malah kayak mandi. Bejo memperhatikan jam besar di muka station.

Tak berapa lama kemudian, sebuah mobil menepi. Bejo langsung bereaksi. Tidak ada mobil lagi Holden yang lain kecuali milik gurbernuran disini. "Ini pasti mobil Pety" gumam Bejo.Langsung Bejo menghindar dan sembunyi dibalik tembok.
Ketika turun dari mobil, mata Pety berusaha mencari Bejo. Masih dia tak percaya kalau Bejo hilang begitu saja. Tanpa ada kata-kata. Memang iya kalau Bejo sudah diberitahu seminggu yang lalu. Tapi dia tidak ada reaksi apa-apa. Padahal aku yakin sekali orang tuaku ingin memisahkan kami. Maklum Bejo kan adalah keponakan Mbok Parti. Pembantu dirumah.
"Mas Bejo kok tega..." suara lirih Pety terucap lemah
"Kamu ngomong sama bapak?"
"enggak pak!" balas Pety dengan kaget!

"Son, angkutin ini ke peron 3. Cepet ya!.."
"Yok nak! kok kayak orang bingung gitu" kata mamanya
"..." sambil mengikuti tangannya yang ditarik oleh mamanya.

Bejo dari tadi hanya memandang dari jauh. Dadanya berdegup kencang. Saat matanya menangkap wajah Pety dari kejauhan.
"Aduh Pet!... aku bingung!" gumam Bejo. Sepertinya dia hanya bisa menonton adegan-adegan yang berlalu. "Aku ini apa!!!!!" sesal Bejo.
"Kok aku enggak bisa apa-apa! Kok aku jadi bego gini!!!!" sambil mengelus cincinnya."Mbok! aku bingung! Mbok aku bingung!!!! Mbok bener! aku ini bukan siapa-siapa! aku ini miskin. Aku ini memang enggak pantes sama dia......" lirih Bejo menahan sesak dada. Dan matanya berkaca-kaca
Tiba-tiba.., terasa pundaknya disentuh. Lalu dia cepat memalingkan muka. Seorang tua telah berada disampingnya. "Ya mbah!" kata Bejo
"Lek! Cincin itu kasi ken aja sama dia"
"Yang mana Mbah?!" Bejo menunduk mencari cincin yang dimaksud. tapi dia tidak menemukan cincin itu. Hanya satu cincin saja yang ada di jarinya. "Yang ini mbah!" sambil mengangkat kepalanya. Mbah itu sudah tidak ada lagi.
Yang ada beberapa teman-temannya. "Kamu cari siapa Jo!" kata Parto
"Lho! apa enggak ngeliat ada mbah didepan aku tadi?" tanya Bejo
"Enggak ada! kamu lagi nunduk kami sudah disini!"
"Jo! Emang Pety mau pergi!?"
"Iya Ron!"
"Terus ngapain kamu disini. Kok enggak nganterin dia?!"
"Aku takut Yo!"
"Wes! cepetan tu! sebentar lagi dia berangkat Jo!"
"Enggak ah!"
"Jo, jangan ngesel! nanti malah enggak bisa tidur! Ayo to!" bujuk Bowo. Dan teman-temannya mendorong tubuh Bejo.
"Ya ya! sek to!" kata Bejo
"Ya ini yang bener! cepetan!"
"itu di peron 3! cepet " kata mereka dengan semangat
"iya itu tu! " imbuh mereka. Sambil menunjuknya
"Tuhan! bantu aku..." lirih Bejo
wus!.. Bejo kabur seketika. Tangannya mengetuk jendela. Dan tersentak Pety menatapnya. "Mas!" kata Pety. Reaksi Pety dengan cepatnya dia turun menemui pujaan hatinya. Tanpa menghiraukan kedua orang tuanya. Betapa riangnya hati Pety.
"Lho kok turun!" kata mamanya.
"Sebentar Ma!" jawab Pety singkat
"Ini mesti Bejo nih" balas bapak
"Mana?" tanya mama
"Itu dibawah!" jawab bapak
"Duh! cepet to pak ajak Pety naik lagi"
"iya ya" bapak meninggalkan kursinya.

"Mas!" kata Pety saat mendekati Bejo. Mereka bertatapan sebentar. Kedua mata meraka berkaca-kaca.
"Pety, aku ingin kamu nyimpenin ini" sambil melepaskan cincin dari jemarinya
Tepat saat tangan Pety hendak menerimanya dan Jari Bejo hendak melepaskan cincin itu. Tangan Pety ditarik oleh bapaknya. Dan cincin itu tidak sempat diraih Pety. Jatuhlah cincin itu.Tik.... tik.... tik beberapa kali bunyi nyaring melenting cincin.
Muka Bejo kaget setenagah mati. Dia tidak mengira bapaknya memperlakukan Pety sebegitunya. Dan cincin yang jatuh, berusaha dia tangkap oleh matanya. Takut sekali cincin itu hilang. Maklumlah, cincin dari bapaknya.Katanya ada isinya. Tak dia tak pernah membuktikannya. Apalagi menggunakannya. Bapaknya juga dari kakekku. Dan bapak tidak pernah tahu bagaimana cara menggunakananya. Walau begitu, dia begitu suka menggunakannya. Terasa hilang bila tidak memakainya.
"Oh Cincinku...." lirih Bejo

Saat itu juga kerata hendak bergerak, baru tiga putaran roda. Kereta itu terhenti. Sepertinya ada sesuatu masalah. Tapi Bejo tidak menghiraukannya. Dia masih sibuk mencari cincin itu.
"Jo! cari apa?" kata Pak Moko
"Anu pak!"
"Ya opo"
"Cincin"
"cincin sapa"
"cincin aku!" kata Bejo
"Lho kok bisa! jangan sampe ilang to"
"Emang napa pak"
"Itu cincin bukan sembarang cincin"
"maksudnya"
"cari aja dulu" kata pak Moko

Beberapa menit kemudian Pety telah berada didepannya.
"Mas Bejo! mana cincinnya.."
"Eh,.. tapi orang tuamu"
"aku tadi ngomong ke mereka kalau aku mau ke WC. Habis keretanya belum jalan dari tadi!"
"Lho bukannya tadi.."
"Iya, tapi enggak tahu kenapa berhenti"

"Jo! ini cincinnya" kata pak Moko
"lho! makasih pak" waktu cincin hendak diambilnya. Tangan Bejo ditangkap oleh pak Moko. "Sini sek!.." mereka menjauhi Pety
"Jadi cincin ini..." kata Pak Moko
"iya aku mau ngasi ini ke Pety"
"kamu yakin?"
"Iya aku yakin. Memang kenapa Pak?!"
"Inikan cincin warisan dari bapakmu!"
"iya aku tahu! tapi Pety segalanya buat aku pak!"
"Ini cincin..."
"kenapa pak?"
"apa yang kamu pinta kamu enggak bisa balikin lagi!"
"maksudnya pak"
"kalau kamu mengelus...."
Tapi tiba-tiba "Mas Bejo! cepetan!"
"iya iya sebentar..." cincin itu diraih Bejo dari tangan Pak Moko. Pak Moko membuntutinya.
"Pety! semoga perjalananmu lancar! kumohon kamu kembali lagi untukku dan semoga orang tuamu tidak menghalangi apa yang kita mau" Kata Bejo sambil mengelus cincin itu sebelum menyerahkannya.
"Pasti Mas! tunggu aku juga mas!"

"Pet! udah yok!" kata bapaknya dengan senyum.
Dan keratapun mulai bergerak. Dari jendela,..kedua orang tuanya dan Pety melambaikan tangannya.

"Pak Moko! mereka mendadai kita" terheran-heran wajah Bejo. Hampir tak dapat dipercaya. Kok meraka jadi berubah!
"Pak!kok.... kok mereka berubah pak!"
"Ya syukurlah" Pak Moko meninggalkan Bejo. Sementara Bejo masih bingung dan masih melambaikan tangannya. Dalam hatinya.."Ya Gusti! apa yang telah Kau lakukan..."

"woi! udah oi!..." teriak Bowo dan temen-temannya dari jauh
"Jo, kok mereka enggak galak sih" tanya mereka
"enggak tahu juga.." kata Bejo dengan singkat.





When She Loved Me


http://www.ratical.org/piano4all/WhenSheLovedMe.pdf

Berserah

Diujung Ramadhan ini
semoga hidup semakin rela
bahwa tak ada yang dapat dimiliki
karena semua milikNya

semoga semakin mengerti

resah
galau
beban
takdir
duka

semoga semakin yakin padaMu

Kerinduan

bingung saat berjalan
penat saat bekerja
buntu saat mencari akal
hambar saat menilai sesuatu
dudukpun resah
merebahpun tak tidur

aku mencarimu...
tak kutemukan
aku rindu
batinku mengeluh dan melukaiku sendiri
aku resah
hadirmu kudambakan
dalam sepiku dan kesendirianku


**Last Night