Bertemu dengan MTA
Terbangun dari tidur dan sempat melirik jam dinding.Dan masih ingin melanjutkan tidur. Tapi dikepala masih tak habis pikir. Karena ceritanya sangat sulit dirunut. Saling berhubungan dan saling datang secara tiba-tiba. Dan beberapa menit kemudian langsung terpikir untuk menulisnya.
Saya sedang bersama orang yang jauh lebih tinggai dari saya. Sepertinya dalam perlombaan yang bergroup. Kami saling mencari kesepakatan bersama. Sambil berjalan terus mencari cela untuk mendapatkan gerakan yang sama. Akhirnya kami berhasil.
[ Jalan satu kaki dengan tongkat disebelah kiri begitu juga dengan teman yang tinggi itu]
Saya sedang bersama orang yang jauh lebih tinggai dari saya. Sepertinya dalam perlombaan yang bergroup. Kami saling mencari kesepakatan bersama. Sambil berjalan terus mencari cela untuk mendapatkan gerakan yang sama. Akhirnya kami berhasil.
[ Jalan satu kaki dengan tongkat disebelah kiri begitu juga dengan teman yang tinggi itu]
Bandwidth Limit Exceeded
just now I visit http://angelinasondakh.com/
But, its appear
Bandwidth Limit Exceeded The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later. -------------------------------------------------------------------------------- Apache/1.3.41 Server at angelinasondakh.com Port 80
Bandwidth Limit Exceeded The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later. -------------------------------------------------------------------------------- Apache/1.3.41 Server at angelinasondakh.com Port 80
Putriku mengagetkanku
Biasanya kalau aku dipanggil "Ayah!" aku pun bergesa menghampirinya. Atau menyaut segera. Tapi, kali ini aku diam saja. Memang saat itu aku masih dalam pembaringan, ingin tidur sih. Beberapa kali ia memanggilku. Mataku masih malas untuk membuka.
Sepertinya dia berusaha mencariku, beberapa kali ia memanggilku "Ayah.... Ayah...." Semakin terasa dekat suaranya. Lalu ia menghampiriku, "Yah,.. Ayah" iapun mengoncang tubuhku. Lalu,.. kalau tidur akukan tidak memasukkan kaos ke celana. Tapi, apa yang ia lalukan. Dia membetulkan kosku, masukkannya ke pinggiran celanaku. Duh, aku tersenyum dalam hati. Maklum, ini yang biasa kulakukan saat dia tidur. Rupanya diapun meniru apa yang aku lakukan padanya.
Lalu aku bangun "Duh anakku, I love you",.. dibalasnya "lov yu"
Malam Imlek
Malam imlek, sengaja tidur di Baloi (dekat Nagoya, pusat bisnis Batam). Belum jam 10 malam sudah riuh bunyi kembang api. Pertama, asyik juga lihat pemandangan kembang api menyentuh angkasa. Berwarna warni berkilau melukis langit malam. Suara dentuman membuat jadi biasa, terkadang menggelegar mengesan ke dada. Duaaaaar! Duar Duar Riuh sekali. Kedua,.. malampun beranjak berganti hari dan tanggal. Semakin riuh saja. Hingga berakhir dari jam baru dan tahun cina yang barupun tetap saja terdengar. Ketiga, didalam rumah,.. suara-suara dentuman kembang api itu seperti perang. Oh, melelahkan! Keempat,.. kalau sudah lelah dan ngantuk. Semua jadi terbiasa dan kemudian,.. mataku berat sekali untuk terbuka. Akhirnya lelaplah aku, menuju bantal dan melenyapkanku dari suara-suara yang menggangguku.
Gubernur KEPRI
Tidak biasanya, hari ini (19Jan2011)kerja menggunakan tangan panjang batik dan sepatu formal. Hm, untung rambutku pendek (terkadang rambutku agak panjang. bisa dikuncir. Hari ini dapat undangan kantor untuk menyambut gubernur. "Akhirnya, datang juga.." gumamku. Pertama mobil pengawal. Lalu mobil sedan BP 1 Pintu dibuka, salaman dech! "Apa kabar pak.." kataku.
Hendak ke rumahnya
Tadi hujannya deras banget. Sekarang temperaturnya jadi rendah. Dingin,.. sempat laper. Hm, jadi inget sesuatu. Ya, sebelumnya aku mampir ke FBnya.
Beberapa meter lagi menuju rumahnya,.. aku harus menelepon dia. Karene itulah pintanya. Dulu sih belum ada Handphone.
Dan lagu ini sayup-sayup terdengar... "Ya,.. itu rumahnya"
Sabar
Mungkin itu kata yang tepat, dari sesuatu yang tidak bisa dihindari dari harus direlakan tuk menjalaninya. Kalaupun lagi gerimis, kadang aku hanya berjalan saja. Hehehe,.. "Biarlah basah! toh takkan jadi kuyup!"
Begitu juga panas, ... mudah-mudahan tak mengeluh. Tinggal gimana untuk melakukan sesuatu yang menjadikannya lebih baik. Ya, selagi bisa dilakukan ya dilakukan. Tak ada yang percuma! Jangan mengeluh,.. masih banyak yang patut dilakukan untuk memperbaikinya. Sabaaar....
RIM di Block!!
Bukan soal setuju atau enggak untuk penutupan RIM di Indonesia. Tetapi alasannya yang aku setuju. Gimana enggak, pelanggannya sudah sekian juta. Mengapa masih saja mereka enggak mau buka servernya di Indonesia? BB Authorizednya ada di Indonesia, itupun karena ancaman. Nah, RIM servernya nich sekarang?!
Dukung Menkominfo Tifatul Sembiring untuk blok situs pornonya... maju terus Indonesia...
Subscribe to:
Comments (Atom)








Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances